“What is The Matrix?”, pertanyaan yang diberikan oleh Morpheus kepada Neo. The Matrix mungkin ada yang melihat hanya sebuah film sci-fi biasa. Walaupun sebenarnya ada sebuah pemikiran (halah!) yang menarik didalamnya. The Matrix dalam movie sebenarnya adalah mesin yang betugas ‘menyelamatkan’ kehidupan manusia Bumi di masa depan. Ia merupakan live support bagi manusia – manusia Bumi yang hidup di jaman yang terpolusi. Kepintaran 'The Matrix' sebenarnya merupakan sebuah Artificial Intelligence yang dapat terus belajar, ia merupakan sebuah sequent, masih ada program – program lain dalam dalam daftar init sequent mesin tersebut. Sayangnya mesin yang begitu kompleks itu consume a lot of energy, dengan kata lain ia butuh energy yang sangat besar buat 'hidup'. Ia butuh 'cell – cell' baterei buat menjalankan program – programnya.
Buat menjalankan 'dunia' yang ada dalam pikiran – pikiran setiap manusia, ia mejalankan sebuah sebuah symbiosis hingga manusia yang hidup dalam sell2 cocoon dijadikannya sumber energi bagi mesin itu. Sebagai imbalannya ia memberikan image – image yang diinginkan para manusia pembuat mesinnya dahulu. Sebuah gambaran tentang 'dunia' yang normal. Bahkan sejak manusia tersebut baru saja dilahirkan ia sudah secara otomatis menjadi sebuah cell – cell energy baru bagi 'makhluk' tersebut. Sebuah gambaran yang kelihatanya sangat absurd dan nggak masuk akal bahwa sebuah mesin dapat begitu mengontrol hidup manusia di planet ini.
Dare to Dream.
Berani bermimpi?. Bagi sebagian manusia – manusia
Itulah kenapa Morpheus (The gods of dreams) berkata kepada Neo, “Pilihlah ditantara dua kapsul ini? Salah satunya tidak berefek apapun, tapi kalau kau ingin melihat seuatu kebenaran maka pilihlah kapsul yang satunya?” begitulah kira – kira Morpheus berkata kepada Neo. Dan kembali Morpheus menekankan kepada Neo agar berpikir dahulu sebelum menentukan pilihannya, “pikirlah lagi sebelum memilih salah satunya!”.
Berani bermimpi saja merupakan suatu langkah maju, ditengah dunia yang menglobal dan mesin – mesin kapital besar yang memanfaatkan./memenjarakan kemerdekaan kita, hanya menjadikan manusia – manusia tidak lebih hanya sekedar bahan bakar, sumber energy tanpa batas yang nggak melihat sisi kemanusian.
Okelah mungkin perang dingin sudah
Yang satunya lagi membiarkan kebebasan, bahkan kebabasan tersebut begitu bebasnya sampai dapat menyisihkan kesadaran sosial. Menjadikan pribadi – pribadi ‘Paman Gober’ menumpuk kekayaan, sebesar – besarnya tanpa memperhatikan lingkungan sosialnya. Semua yang menjadi
Kebebasan sangatlah penting tapi, haruskah itu melanggar hak asasi. Kedua – duanya punya potensi melangkahi itu, walaupun salah satunya berpotensi untuk luput dari pengamatan mata kita yang lugu. Mungkin perlu sebuah castatopic setingkat kitab2 Ilahi yang dapat memecahkan ego kita dan menyadarkan kemanusiaan kita.
Dunia yang digambarkan oleh The Matrix memang sangat mengerikan, manusia yang tidak lagi mempunyai esksistensi atas tubuhnya sendiri. Tergilas dan terpasung oleh deru mesin – mesin ‘kapital’ dan calon – calon tiran masa depan yang menciptakan sistem2 yang melupakan kemanusiaan.
1 Comment:
-
- Anonim said...
4 Juli 2007 pukul 03.07Oi, achei teu blog pelo google tá bem interessante gostei desse post. Quando der dá uma passada pelo meu blog, é sobre camisetas personalizadas, mostra passo a passo como criar uma camiseta personalizada bem maneira. Até mais.


