Ketika kau pergi
semua menjadi jelas
awan kelabu yang menggantung
telah tertiup angin
menuju kesendirian
yang menyadarkan
menjadi katarsis bagi diri sendiri
tentang arti dari perjalanan ini
pencarian yang meletihkan
anak hilang yang telah kembali
yang dirindu oleh saudara
oleh bapak dan ibu yang lelah
lelah pada terror
dan sentimentil diri yang berlebih
egoisme yang tak tersapih
tapi imajimu yang tersisa
masih mengelayuti
benakku
terasa berat
membebaniku
sesak mengapitku
menghimpit ruang visi
dari pikiran dan dimensi
kucoba kutulis inskripsiku disini
di hatiku
yang mencoba berdamai
dengan imajimu
Label: belajar nulis, puisi, renungan
0 Comments:
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)


