ruang – ruang imajiku sedang berdenyut
bagai ribuan neon yang bergetar
memendarkan warna dan nuasa
yang terasa janggal
yang hanya sekelabat saja
terangkum dalam ribuan warna
tertangkum dalam iris matamu
yang bertanya tentang apa makna dan arti
dari inskripsi yang telah kutuliskan
kepada siapa akupun tak mengerti
dan dalam diam aku bicara
arus yang terus berputar dalam benakku
membuat aku tak bisa memejamkan
kelopak mataku yang telah menjadi transparan
dan akupun silau terjaga dan terus terjaga
oleh dunia yang terasa menjadi sirna
berubah menjadi ribuan bits makna
yang berkelebat dalam ruang maya
dari dunia tanpa nama dan rasa
yang tercercap oleh indera
tapi telah memukau aku
dengan rasa itu
yang tergenggam tapi tak kulihat
ribuan paragraf yang menjadi misteri
dari mana datangnya aku tak mengerti
tapi Tuhan pasti mengerti
euforia yang tak terduga
membuat aku gila
euforia yang tak terkira
yang kadang tak bisa kutampung
dalam goresan pena
yang terasa pejal dan kelu
tapi menunggu disitu
di benakku
berdenyut
menunggu aku
meggoreskannya menjadi parafrase
yang elok yang tak kumengerti
dari mana ini semua berasal
tanpa sadar telah kugoreskan
menjadi kata yang tak terduga
ekstase yang tak kukira
akan kualami dari sebentuk karya literasi
yang selama ini mungkin asing bagiku
151007 6:43AM
Label: belajar nulis, puisi, renungan


