mahadewi dimana kau….
sejenak kurasa secercap di nurani
pecah sirna di dukaku
buih ombak memecah pantai
nurani membatu
batu membatu nilai
mungkin sudah ketemu?
terhanyut lagi gelombang
kutatap langit dengan tanya
kukejar lagi ia
dari evenue itu
tiba - tiba ia berbelok
menuju kesadaran tertinggi
dari sudut cangkir kopi itu
begitu dekat
semua mengalir dengan cepat
tik-tak tik-tak dan diam
sebuah semtex yang terikat
dengan sumbu yang lekat
boom…
yang tersisa
tangis, sesal, duka
Label: belajar nulis, gak jelas, puisi, renungan
0 Comments:
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)


